Dirilis pada 27 Februari 2026 untuk konsol generasi terbaru (PS5, Xbox Series X/S, Nintendo Switch 2) dan PC, Resident Evil Requiem langsung mencuri perhatian dunia gaming. Sebagai instalasi utama kesembilan setelah Resident Evil Village, game ini sukses terjual sebanyak 5 juta kopi hanya dalam waktu lima hari setelah perilisannya.
Disutradarai oleh Koshi Nakanishi (sutradara Resident Evil 7), Requiem dipuji karena berhasil menemukan titik tengah yang sempurna antara horor mencekam dan aksi yang memacu adrenalin. Bagi Anda yang belum memainkannya atau sedang memainkannya, berikut adalah beberapa hal paling menarik yang ditawarkan oleh Resident Evil Requiem:
1. Dua Karakter Utama, Dua Gaya Bermain yang Berlawanan

Resident Evil Requiem menghadirkan dua protagonis dengan pendekatan gameplay yang bertolak belakang, memberikan pemain dua pengalaman berbeda dalam satu game:
- Grace Ashcroft: Protagonis baru yang merupakan seorang analis intelijen FBI (dan putri dari Alyssa Ashcroft, penyintas di Resident Evil Outbreak). Saat bermain sebagai Grace, game akan terasa seperti survival horror murni. Amunisi sangat terbatas, pemain harus mengandalkan taktik stealth (mengendap-endap), memecahkan teka-teki (puzzle) yang rumit, dan lebih banyak menghindar dari musuh.
- Leon S. Kennedy: Agen veteran favorit para fans ini kembali dengan gaya bermain yang merupakan evolusi dari Resident Evil 4. Bagian Leon dipenuhi dengan aksi beroktan tinggi. Ia kini dilengkapi dengan kemampuan melee (pertarungan jarak dekat) yang lebih brutal, seperti menggunakan kapak (hatchet) untuk menangkis serangan musuh, melempar kapak, melakukan finishing move, hingga menggunakan gergaji mesin (chainsaw).
2. Zombi yang "Mengingat" Masa Lalunya

Salah satu elemen horor paling segar dan menyeramkan di Requiem adalah desain zombinya. Korban dari varian T-Virus terbaru (yang disebut Raccoon City Syndrome) tidak hanya menjadi monster buas tanpa otak. Beberapa zombi masih mempertahankan memori dan rutinitas dari kehidupan masa lalu mereka.
Mereka akan berbicara, bergumam, atau mengulangi kebiasaan lamanya. Sebagai contoh, Anda mungkin akan menemukan sesosok zombi petugas kebersihan yang masih terus berusaha mengepel lantai rumah sakit yang sudah berlumuran darah. Detail ini memberikan nuansa horor psikologis yang sangat menyeramkan ala game Siren.
3. Kebebasan Memilih Perspektif (FPS & TPS)

Sejak Resident Evil 7, franchise ini banyak berfokus pada sudut pandang orang pertama (FPS), sementara remake klasik menggunakan sudut pandang orang ketiga (TPS). Requiem mendobrak batasan tersebut dengan mengizinkan pemain mengubah perspektif (FPS atau TPS) kapan saja sesuai keinginan!
Secara default, game akan menggunakan FPS untuk bagian Grace agar rasa takut dan klaustrofobia lebih terasa, sementara bagian Leon menggunakan TPS agar pemain bisa melihat aksi bela dirinya yang memukau. Namun, kemampuan untuk mengubahnya kapan saja memberikan fleksibilitas luar biasa bagi pemain.
4. Cerita yang Kembali Mengakar ke Tragedi Raccoon City

Setelah bertahun-tahun menjauh dari elemen klasik Umbrella, cerita Requiem membawa kita kembali bernostalgia. Premis utama game ini adalah pembunuhan berantai misterius yang menargetkan para penyintas Insiden Raccoon City tahun 1998.
Pemain akan dibawa menjelajahi lokasi-lokasi mencekam seperti Wrenwood Hotel, fasilitas medis Rhodes Hill Chronic Care Center, hingga kembali melihat reruntuhan Raccoon City yang telah dihancurkan rudal. Antagonis utamanya, Victor Gideon, adalah mantan peneliti proyek Tyrant Umbrella yang melakukan eksperimen ilegal untuk mengungkap rahasia "Elpis".
5. Teka-Teki (Puzzle) Klasik yang Kembali Menantang

Game ini tidak melupakan akar desain Resident Evil lawas. Khususnya pada sesi Grace, pemain akan dihadapkan pada desain level bergaya labirin dan kotak teka-teki (puzzle box) ala era PS1 yang diracik dengan modern. Mulai dari mencari kode brankas, menganalisis sampel darah di laboratorium, hingga mengumpulkan Quartz berbentuk Matahari, Bulan, dan Bintang untuk membuka pintu-pintu utama.
Dengan durasi permainan sekitar 10 hingga 17 jam, Resident Evil Requiem tidak membuang-buang waktu dengan misi filler. Kesuksesannya membuktikan bahwa Capcom tahu betul bagaimana meramu horor psikologis dan aksi blockbuster ke dalam satu paket yang sangat solid. Game ini tidak diragukan lagi menjadi salah satu kandidat Game of The Year terkuat di tahun 2026.
Selalu ikuti kami untuk seputar teknologi, game, anime, fashion, film, dan hobby lainnya, kunjungi Informasimu.
Informasimu