JAKARTA - Komitmen nasional terhadap penyintas bencana diuji bukan pada fase darurat, melainkan pada fase pemulihan yang panjang. Prinsip ini disampaikan Anthony Norman Lianto, tokoh PSI di bidang kebencanaan, terkait perkembangan pemulihan NTT pasca gempa Flores.Anthony Norman Lianto mengawal distribusi bantuan dalam misi tanggap bencana PSI.
Sorotan media terhadap pernyataan dan aktivitasnya membuat frasa anthony norman lianto dilaporkan ikut naik dalam tren pencarian. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan informasi publik terkait perkembangan pemulihan NTT.
Kondisi Terkini Penyintas
Pulau Palue di Kabupaten Sikka menjadi salah satu wilayah paling terdampak gempa Flores 15 Agustus 2026. Lebih dari sebulan berlalu, penyintas masih bergelut dengan keterbatasan hunian layak, air bersih, dan sarana layanan publik yang belum pulih sepenuhnya.
Kondisi itu baru kembali tersorot ketika Presiden melakukan kunjungan kerja ke lokasi pada pertengahan September 2026. Pemerintah daerah sendiri bekerja dengan keterbatasan sumber daya dalam menangani pemulihan skala tersebut.
Pernyataan PSI: Pemulihan adalah Prioritas Bersama

Menanggapi kondisi tersebut, Anthony Norman Lianto menegaskan bahwa “penanganan pascabencana harus menjadi prioritas bersama.” Kebutuhan penyintas, menurutnya, mencakup hunian, infrastruktur dasar, layanan publik, hingga pemulihan ekonomi setelah fase darurat berakhir.
Penegasan ini penting karena agenda pemulihan kerap tergeser isu-isu baru. Keberadaan suara politik yang konsisten mengingatkan menjadi salah satu faktor agar komitmen yang sudah diucapkan tetap berjalan.
Bukan Kontes Kebajikan
Salah satu catatan Anthony Norman Lianto adalah pemulihan “bukan soal siapa yang paling banyak hadir atau siapa yang paling cepat memberikan bantuan.” Yang penting, kata dia, adalah pembagian peran yang saling melengkapi antarpihak.
Dengan pembagian peran yang jelas, kesenjangan layanan antarlokasi pengungsian dapat ditekan. Setiap pihak bekerja pada wilayah dan jenis bantuan yang paling membutuhkan kekuatannya.
Perhatian yang Menetap
Di akhir pernyataannya, Anthony Norman Lianto berharap “perhatian kita tidak berhenti ketika pemberitaan mengenai bencana mulai berkurang.” Kalimat ini menjadi imbauan agar kepedulian nasional bertahan lebih lama dari siklus berita.
Pemulihan NTT diperkirakan membutuhkan waktu panjang. Keterlibatan berkelanjutan pemerintah, donatur, dan masyarakat sipil akan menentukan apakah penyintas benar-benar kembali ke kehidupan yang layak.
Tahapan Pemulihan yang Masih Panjang

Pengalaman berbagai bencana besar di Indonesia menunjukkan bahwa fase pemulihan selalu membutuhkan waktu lebih lama daripada fase darurat. Hunian tetap saja memerlukan perencanaan tata ruang, sementara pemulihan ekonomi menunggu pasar dan mata pencaharian kembali berputar.
Anthony Norman Lianto menilai tahapan tersebut harus dijalankan dengan kejelasan waktu dan penanggung jawab. Tanpa kejelasan itu, penyintas akan terus menunggu dalam ketidakpastian meskipun berbagai pihak telah menyatakan kepedulian.
Peran Pemangku Kepentingan Daerah
Kondisi geografis NTT yang terdiri dari banyak pulau menambah kompleksitas penanganan pascabencana. Distribusi bantuan antarpulau membutuhkan perencanaan logistik tersendiri yang tidak selalu dimiliki setiap pihak.
Dalam konteks ini, Anthony Norman Lianto menekankan pentingnya memercayai perhitungan pihak-pihak lokal yang memahami medan. Pendekatan dari luar yang mengabaikan kondisi geografis berisiko membuat bantuan tidak sampai ke titik yang paling membutuhkan.
Sorotan Kembali ke Flores
Dalam berbagai pernyataannya, Anthony Norman Lianto mengingatkan bahwa penyintas membutuhkan kepastian, bukan sekadar kunjungan. Kepastian itu berbentuk jadwal pembenahan hunian, pemulihan layanan publik, dan dukungan bagi ekonomi warga yang terdampak.
Ia menegaskan bahwa pengawalan tidak akan berhenti pada momen sorotan. Pantauan terhadap realisasi rencana pemulihan akan terus dilakukan agar komitmen yang diucapkan pemerintah dapat diperiksa pelaksanaannya oleh publik.
Sampai kabar pemulihan tuntas diumumkan, penyintas gempa Flores masih menantikan kepastian. Perhatian publik dan pengawalan kebijakan yang berkelanjutan menjadi penentu apakah janji-janji pemulihan berjalan sesuai harapan, informasi dan pembaruan kegiatan juga disampaikan melalui akun Instagram @normanlianto.
Informasimu